2 Tanda Yang Membuktikan Kamu Adalah Orang Yang Bijaksana

Orang bijak (sumber: pixabay.com)

Kamu pasti pernah dengar atau baca cerita tentang orang-orang yang bijaksana. Entah itu di film-film atau buku-buku yang kamu punya. Kalau kamu mendengar kata “orang bijak”, apa yang muncul di benak kamu? Mungkin salah satu di antara gambaran dibawah ini. Atau mungkin malah semuanya.

  1. Orang yang berpikir mendalam. Sangat dalam bahkan. Sampai tenggelam, dalam pikirannya sendiri. Banyak diam. Ngga banyak omong. Ngomong seperlunya saja. Diajak ngomong saja kadang ngga jawab. Apalagi berharap dia ngomong sendiri. Ngga mungkin. Mungkin juga sih kalau dia lagi ngomong sama angin yang berdesis, hahaha.
  2. Complicated. Ngga ketebak jalan pikirannya. Kamu pikir A, ngga tahunya B. Kamu pikir B, ngga tahunya C. Kamu ngga mikir, ngga tahunya D, ngga peduli kamu mikir atau ngga.
  3. Bahasanya jelimet. Susah dimengerti. Sulit dicerna. Yang ngerti dia sendiri, hehehe. Orang lain hanya bisa terlongo-longo mendengar omongannya.
  4. Sosoknya berbentuk orang tua, sedikit botak, janggut panjang, lengkap dengan jubah kebesarannya (mohon maaf, tidak ada maksud menyinggung siapa pun). Berjalan pelan, berbicara pelan, dengan suara beratnya.

Apakah kamu punya tanda-tanda di atas? Itu berarti kamu orang bijak, hehehe. Belum tentu ya? Jadi, sebenarnya seperti apa sih tanda-tanda orang bijak itu? Apa yang bisa membuat seseorang dikatakan bijak?

Ada 2 tanda yang bisa menunjukkan tingkat kebijaksanaan seseorang. Bijaksana disini tidak sama dengan bijaksana yang ditunjukkan tanda-tanda di atas. Jauh lebih sederhana. Simple. Dan lebih masuk di akal. Ini tanda-tandanya.

  1. Orang yang punya ilmu/wawasan.
  2. Orang yang menerapkan ilmu dan wawasannya.

Cuma itu. Orang bijak adalah orang yang punya gabungan dari 2 tanda di atas. Ngga percaya? Yuk kita bahas satu-satu.

 

1. Orang yang punya ilmu/wawasan.

Pengetahuan dan wawasan (sumber: pixabay.com)

Kamu yang masih muda-muda, pasti lebih cepat dalam mencerna informasi. Mempelajari sesuatu. Sel-sel otak kamu masih banyak yang belum mati. Kamu harusnya cepat belajar. Dan memang akan lebih cepat belajar dibanding orang-orang yang berusia jauh lebih tua dari kamu.

Dengan banyak belajar, banyak membaca, kamu akan makin pintar. Wawasan kamu makin luas. Tapi, dengan semakin bertambahnya ilmu kamu, apakah lantas kamu jadi orang yang bijak?

Ngga.

Ambil contoh gampang ya, kamu tahu narkoba itu berbahaya. Bisa merusak hidup kamu. Bahkan sampai menyebabkan kematian. Tapi kenapa sebagian anak muda malah terjerumus ke dalamnya? Tanya dia, apakah dia tahu bahayanya? Pasti tahu. Sudah banyak korban yang berjatuhan karena narkoba. Dan itu diekspos di media. Dimana-mana. Tapi kenapa dia masih teruskan? Apakah ini tanda dia bijaksana? Ngga.

 

2. Orang yang menerapkan ilmu dan wawasannya.

Do (sumber: pixabay.com)

Orang yang melakukan sesuatu tanpa ilmu atau wawasan, dia tidak akan pernah berhasil dalam jangka waktu panjang. Yang dia lakukan sifatnya rapuh. Ambil contoh yang sama. Seseorang tidak memakai narkoba. Tapi dia ngga tahu bahayanya. Sama sekali buta. Ketemu lingkungan yang akrab dengan narkoba, dengan mudahnya dia kebawa. Mulai coba-coba. Diiming-imingi segala macam hal yang menyenangkan tapi palsu. Sampai akhirnya, dia jadi pemakai.

Rapuh kan?

Dia ngga punya ilmu. Jadi gampang sekali terbawa. Tidak punya kekuatan untuk melawan.

 

Nah, orang yang bijak adalah orang yang punya keduanya. Dia tahu ilmunya dan dia menerapkan ilmu tersebut. Lagi, contoh yang sama, seseorang tahu kalau narkoba itu berbahaya. Dan dia menjauhinya. Dia selamat. Dia sudah mengambil keputusan yang bijak.

Contoh lain, kamu yang masih sekolah tahu, belajar itu penting. Apalagi kalau besok ujian. Perlu belajar. Perlu istirahat. Tapi, teman kamu ngajak main malam ini. Nongkrong yang ngga ada gunanya. Karena kamu tahu belajar itu penting, kamu tolak ajakan teman kamu. Itu adalah keputusan yang bijak.

Dapat poinnya kan? Orang bijak bukan orang yang berpikir mendalam dengan kalimat-kalimatnya yang sulit dicerna. Orang bijak adalah orang yang punya ilmu, punya wawasan, dan dia gunakan itu dalam setiap keputusan dia. Di setiap tindakan dia. Itu orang yang bijaksana. Kalau kamu sudah punya 2 tanda itu, Selamat! Kamu orang yang bijaksana.

(Kang Galuh, belajar bijak)

Gabung di t.me/kanggaluhchannel supaya ngga ketinggalan artikel-artikel menarik lainnya.

Pocket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *