7 Tips Powerful Keluar Dari Masalah Berat

Orang kena masalah berat (sumber: pixabay.com)

Siapa sih yang ngga punya masalah? Pasti semua punya kan? Kalau masalah kecil-kecil mah gampang. Tinggal sat sit set, beres. Nah, kalau yang besar? Itu baru benar-benar masalah. Bikin pusing kepala. Stress. Pingin teriak-teriak. Tapi ngga menyelesaikan masalah juga.

Nah, buat kamu yang lagi dapat masalah besar, entah masalah di sekolah, tempat kerja, atau dengan sahabat-sahabat kamu, ada cara powerful untuk keluar dari masalah itu. Yuk, kita lihat satu-satu.

 

  1. Potong-potong kuenya.
Potongan kue (sumber: pixabay.com)

Bayangkan kamu makan kue tart ulang tahun. Bisa makan sekaligus? Ngga kan? Anggap kue itu adalah masalah yang mau kamu selesaikan, gimana cara menghabiskannya?

Cara pertama, potong-potong kuenya. Kecil-kecil. Makan satu demi satu. Sampai habis. Begitu juga masalah besar. Beresin satu-satu. Pecah jadi masalah-masalah yang lebih kecil. Beresin satu-satu. Sat sit set. Sampai kue masalah yang besar itu habis.

Pertanyaan selanjutnya, biarpun itu kue sudah dipotong-potong, apakah bisa habis dalam sekali waktu? Ngga. Kamu akan kekenyangan. Perut jadi sakit. Pasti kamu sisakan buat besok,  besok, dan besoknya lagi. Masalah besar juga sama. Ngga akan selesai sekali waktu. Butuh waktu. Setahap demi setahap. Sabar menghabiskan kuenya.

Cara kedua, biar cepat habis, gimana caranya? Bagi-bagikan ke orang lain. Ya kan? Langsung habis. Siapa yang mau dibagikan masalah? Hehehe. Bukan bagi-bagi masalah. Tanya pendapat orang lain. Terutama yang ahli. Atau yang pernah keluar dari masalah yang sama. Dia akan makan porsi kue yang paling besar. Jadi makin cepat habis kue itu. Kita ngga kekenyangan tapi kuenya habis. Lega kan?

 

  1. Cheese
Jangan pernah berhenti tersenyum (sumber: pixabay.com)

Tahu artinya? Yup, senyum. Keep smiling. Tahu masalahnya berat. Terus kenapa? Ngga boleh senyum kalau lagi ada masalah berat? Kan ngga. So, senyum. Dengan senyum masalah akan terasa lebih ringan. Kamu jadi bisa lebih menerima kondisi kamu. Terutama dengan hati yang lapang. Itu modal yang sangat besar buat keluar dari masalah berat.

Seberat apapun masalah kamu, cobalah untuk tetap tersenyum. Rasakan bedanya. Paksakan. Senyum itu bisa merubah mood kamu jadi lebih baik. Kalau sudah begitu, kamu akan siap menghancurkan tembok-tembok masalah itu.

 

 

  1. Saingin Ade Rai
Keep healthy, keep fit (sumber: pixabay.com)

Bukan berarti kamu harus berbadan sebesar itu, hehehe. Maksudnya, kamu harus tetap fit. Tetap menjaga stamina. Pasti sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah-masalah berat.

Olahraga lah. Jaga kesehatan. Sekedar lari pagi selain menyehatkan juga bisa mengurangi stress. Paling ngga perhatian kamu teralih sesaat. Ngga melulu berkubang dalam masalahnya.

Kuatkan badan kamu. Pikiran juga akan lebih fresh karena kamu selalu bugar. Pikiran yang fresh akan melahirkan ide-ide yang kamu ngga pernah pikirkan sebelumnya. Yang berarti peluang kamu untuk menyelesaikan masalah jadi lebih besar.

 

  1. Jadilah manusia biasa.
Tetaplah menjadi manusia (sumber: pixabay.com)

Tahu ciri manusia biasa? Ngga ada yang sempurna. Jangan tunggu solusi sempurna untuk mulai menyelesaikan masalah. Kadang kamu cuma perlu memulai dengan solusi yang ada. Solusi yang paling baik dari sebuah masalah adalah solusi yang dijalankan. Bukan yang melulu dipikirkan.

Mungkin kamu merasa solusi itu belum sempurna. Masih bolong sana-sini. Tapi percaya deh, ngga ada solusi yang pas 100%. Dan ngga ada masalah yang butuh solusi 100% pas. Pasti akan perlu penyesuaian sana-sini. So, just do it.

 

  1. Buang kertasnya = buang pikirannya.
Buang kertas ketakutan kamu (sumber: pixabay.com)

Kadang masalah yang berat sekalipun ternyata ngga seberat yang kamu takutkan. Masalahnya, pikiran kita suka nambah-nambahin masalah. Dia bilang, kalau ntar begini gimana, kalau ntar begitu, gimana. Terus nakut-nakutin. Kamu terpengaruh.

Solusinya? Karena ngga mungkin menghilangkan ketakutan-ketakutan itu begitu saja. Ngga segampang itu.

Salah satu tekniknya, tiap kali muncul ketakutan-ketakutan itu, ambil kertas dan pulpen. Tuliskan semuanya. Yup, semuanya. Tulis ketakutan-ketakutan kamu di atas secarik kertas. Sudah? Kalau sudah, baca kembali ketakutan-ketakutan itu. Pasti ngga terlihat begitu menakutkan lagi. Karena kamu bisa melihatnya di luar diri kamu. Langkah selanjutnya, remas kertas itu, buang di tempat sampah. Bersamaan dengan ketakutan-ketakutan kamu yang tertulis disitu.

 

  1. Sesekali taruh gelas isi airnya.
Taruh gelas masalah kamu (sumber: pixabay.com)

Ini analogi populer. Ambil gelas. Isi dengan air. Angkat setinggi bahu. Kuat ga? Pasti kuat. Cuma gelas isi air doang. Enteng. Sekarang angkat dan tahan selama 8 jam! Masih bilang kuat? Hehehe.

Masalah juga sama. Kamu sesekali harus letakkan masalah itu. Taruh saja di tanah. Jangan terus-terusan kamu panggul di pundak kamu. Berat. Kamu ngga akan kuat. Biar Dilan saja, hehehe. Istirahat lah. Jangan terus-terusan kamu tanggung. Nanti, kalau kamu sudah merasa kuat lagi, silakan panggul lagi. Berusaha lagi. Selesaikan lagi. Begitu terus. Sampai kamu berhasil menyelesaikan masalah kamu.

 

  1. Miliki keyakinan super kuat.
Miliki tatapn optimis (sumber: pixabay.com)

Semua indah pada akhirnya. Mungkin. Yang jelas, masalah itu ada bukan untuk selamanya. Paling ngga, kalau kita ngga ada di dunia lagi, masalah ngga ikut, hahaha. Ya, intinya kita harus optimis. Tiap masalah yang ada selalu dilengkapi dengan solusinya. Yakinlah akan hal itu. Jangan pernah berputus asa. Pasti bisa.

Buat rencana untuk bisa keluar dari masalah. Stick to the plan. Adjust kalau diperlukan. Usaha plus keyakinan. Penyelesaian tinggal masalah waktu.

Gimana? Poin mana yang sudah kamu coba? Kalau belum berhasil, terus berusaha. Jangan pernah berhenti. Berhasil itu hanya untuk orang-orang yang terus berusaha. Bukan orang yang berhenti. Good luck.

(Kang Galuh, lagi motong-motong kue)

Gabung t.me/kanggaluhchannel supaya ngga ketinggalan update artikel-artikel menarik lainnya.

Pocket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *