Kenapa Saya Paling Ngga Suka Dibanding-bandingkan Dengan Orang Lain

Dibanding-bandingkan dengan orang lain itu paling ngga enak
Dibanding-bandingkan dengan orang lain itu paling ngga enak

Beberapa minggu yang lalu saya ada review meeting dengan top management di tempat saya bekerja.

Setelah sekitar satu jam me-review progress yang sudah saya dan tim buat, dia bertanya kenapa hasil kerja saya tidak sesuai dengan ekspektasinya.

Terkesan tidak ada progress dibanding pertemuan bulan sebelumnya.

Dia bertanya apakah saya ada kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas yang sekarang.

Hmm.. Terus terang saya ngga bisa jawab.

Karena satu-satunya alasan kenapa ngga ada progress adalah karena memang ngga saya kerjakan, hehehe.

Lagi demotivasi tingkat tinggi.

Pun begitu dengan tim saya.

Semua lagi di titik terendah dalam motivasi bekerja.

Ngga perlu saya ceritakan alasannya, yang jelas, 75% dari anggota tim sedang berusaha mencari pekerjaan baru. Termasuk saya tentunya, hahaha.

Mendapatkan hasil yang sesuai dengan ekspektasi dengan tim yang sedang seperti itu merupakan tantangan tersendiri. Tapi ngga saya bahas disini.

Lanjut cerita, dia mulai membanding-bandingkan tim saya dengan tim lainnya.

Yang katanya lebih ada progress.

Lebih perform.

Sesuai dengan ekspektasi.

Kuping panas.

Karena saya tahu, tim saya bisa berbuat jauh lebih baik dari tim lain. Kalau sedang termotivasi tentunya, hahaha.

Terlepas dari masalah motivasi dan demotivasi, dibanding-bandingkan seperti itu membuat saya panas juga.

Saya harus balas dendam.

Saya akan tunjukkan saya bisa tinggalkan tim-tim lain itu jauh di belakang tim saya.

Saya akan buktikan kalau tim saya adalah yang terbaik.

Oke, cukup sekian curhatnya.

Sekarang ke inti dari tulisan ini.

Dibanding-bandingkan dengan orang lain, ngga pernah mengenakkan buat saya.

Bahkan bisa dibilang, saya paling ngga suka dibanding-bandingkan dengan orang lain.

Mungkin kamu juga sama.

Siapa sih yang suka dibanding-bandingkan dengan orang lain?

 

Reaksi orang ketika dibandingkan dengan orang lain

Tunjukkan kalau kamu lebih baik dari yang orang kira
Tunjukkan kalau kamu lebih baik dari yang orang kira

Berbicara tentang dibanding-bandingkan dengan orang lain, dari pengalaman saya, orang bisa bereaksi dengan 3 cara.

Pertama, dia akan terpacu, panas, ingin membuktikan kalau dia lebih baik. Kalau orang yang menganggap dia di bawah orang lain itu salah.

Saya termasuk jenis ini. Kecuali kalau memang kalah di bidang yang ngga saya kuasai. Gimana lagi, hehehe.

Reaksi kedua, orang yang dibilang tidak lebih baik dari orang lain, bisa menjadi inferior. Merasa kalau itu benar. Kalau dia memang ngga sebaik orang lain yang selalu berhasil dalam segala hal.

Padahal kenyataannya belum tentu.

Orang yang punya potensi besar yang belum tergali, ketika dalam tahap perkembangannya diserang terus menerus dengan pemikiran bahwa orang lain lebih baik dan dirinya ngga sebaik orang lain, bisa tumbuh menjadi pribadi yang inferior.

Merasa ngga punya potensi.

Akibatnya, potensi yang sebenarnya ngga keluar.

Tertutup oleh pemikiran yang terus ditanamkan orang padanya bahwa ia tidak sebaik orang lain.

Ini seperti kisah anak elang yang dibesarkan oleh induk ayam. Tahu kan ceritanya?

Kalau ngga tahu, cari tahu sendiri ya.

Intinya, seumur hidup dia akan menjadi seekor ayam dan akan mati pula sebagai seekor ayam.

Bukan sebagai elang sang penguasa angkasa sebagaimana dia dilahirkan.

Reaksi ketiga, orang yang ngga tahan dibanding-bandingkan dengan orang lain akan lari.

Menjauhi orang-orang yang merendahkannya. Sadar atau tidak sadar.

Dia akan mencari ketenangan dengan menjauhi orang-orang yang membebaninya.

 

Baca dan cari tahu juga:

 

Saran untuk yang dibandingkan dan suka membandingkan orang

Kita ngga bisa mengatur yang orang lain lakukan, apakah dia akan membanding-bandingkan kita atau ngga.

Kita ngga bisa mengubah mereka.

Itu hak mereka, mungkin.

Pasti akan terjadi.

Saran saya ada dua.

 

Saran untuk kamu yang dibanding-bandingkan dengan orang lain

Tiap orang punya jalannya sendiri untuk sukses
Tiap orang punya jalannya sendiri untuk sukses

Untuk kamu yang sedang dibanding-bandingkan dengan orang lain, kamu harus ingat hal ini.

Hidup itu bukan balapan.

Bukan perlombaan untuk sukses.

Bukan siapa yang menang dan siapa yang kalah dalam mengejar kesuksesan.

Tiap orang itu berjalan di track-nya masing-masing.

Di atas relnya sendiri-sendiri.

Dan arah jalurnya berbeda-beda.

Begitu juga waktunya, garis finishnya, beda-beda.

Ngga ada yang sama.

Jadi, ngga ada tuh yang namanya balapan sama orang lain.

Dulu-duluan sukses.

Yang perlu kamu lakukan, dan saya juga tentunya, hanyalah berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan potensi yang kita punya.

Hasilnya? Lupakan saja.

Bukan wewenang kita untuk menentukan hasilnya.

Porsi kita hanyalah berusaha.

Dan pada akhirnya, bukan hasil yang dinilai dari diri kita, tapi seberapa besar usaha yang kita curahkan dalam perjalanan kita.

Be the best of YOU!

Bukan the best versi orang lain.

Jadilah dirimu yang terbaik yang selalu tumbuh setiap hari.

 

Baca dan cari tahu juga:

 

Saran untuk yang suka membandingkan orang lain

Sadari dampak bagi orang lain saat kamu membanding-bandingkan mereka
Sadari dampak bagi orang lain saat kamu membanding-bandingkan mereka

Saran saya yang kedua, ini untuk yang suka membanding-bandingkan orang lain, niat kamu mungkin baik, tapi ingat, niat yang baik harus juga dilakukan dengan cara yang baik.

Ngga semua orang suka dibanding-bandingkan.

Ingat ketiga macam reaksi tadi.

Ngga semua orang bisa terima.

Kalau sudah begitu, yang kamu lakukan hanyalah membebani mereka.

Sama sekali ngga membantu.

Niat baik kamu jadi ngga terlaksana.

Cari cara lain untuk mendukung orang-orang yang kamu sayangi.

Jangan buat mereka menjadi orang lain dengan cara membanding-bandingkan mereka.

Mereka terlahir dengan misi yang berbeda-beda.

Biarkan mereka berkembang di jalur mereka sendiri. Bukan di jalur orang lain.

Karena mereka, adalah individu bebas yang punya jalannya sendiri untuk mencapai kesuksesan. Dan itu bersifat unik.

***

Kita ngga bisa mengatur apa yang orang lain mau lakukan, tapi kita bisa mengubah bagaimana kita bereaksi terhadap perlakuan orang lain.

Pilihannya ada di tangan kamu.

Pilihlah dengan bijak.

(Kang Galuh, malas dibanding-bandingkan)

 

“Yuk, klik dan gabung di t.me/kanggaluhchannel supaya kamu ngga ketinggalan update artikel-artikel menarik lainnya.”

 

“Jangan lupa like juga https://www.facebook.com/celotehkanggaluh/ untuk update postingan-postingan inspiratif lainnya.”

Pocket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *