Fakta Tentang Permainan Monopoli Ini Akan Mengingatkan Kamu Tentang Arti Kehidupan Yang Sebenarnya

Monopoli (pixabay.com)
Monopoli (pixabay.com)

Main monopoli bisa mengingatkan kita arti kehidupan yang sebenarnya? Apa iya? Gimana caranya?

Begini ceritanya..

Pasti kamu pernah main monopoli kan? Yang belum pernah, saya kasih tahu. Monopoli itu termasuk board game yang dimainkan 4 orang. Plus satu orang, biasanya jadi bankir.

Kayak permainan board game lainnya, monopoli dimainkan dengan dadu dan bidak yang dimajukan sesuai angka yang ditunjukkan di dadu. Bentuk papanya, ada kotak-kotak di pinggirnya bertuliskan nama-nama negara dan kotanya. Di tengah ada kotak pink dan hijau tempat nantinya menaruh tumpukan kartu. Hmmm.. kenapa jadi cerita tentang monopoli ya? Baca sendiri saja disini deh buat yang ngga tahu. Saya malas jelasinnya.

Yang saya mau bahas disini adalah fakta tentang permainan ini.

Sebuah fakta tersembunyi yang cuma bisa dilihat orang-orang kurang kerjaan kayak saya.

Sebuah fakta mengejutkan yang akan membuat kamu terdiam, tercenung, tersadar, dan mulai teringat tentang arti kehidupan yang kamu jalani.

Sebuah fakta yang…

Gitu lah. Sulit diungkapkan dengan kata-kata, hehehe.

 

Tujuan permainan monopoli

Buat yang pernah main, atau yang barusan baca apa itu permainan monopoli, tujuan dari permainan ini adalah mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya.

Darimana caranya?

Gajian, tiap kali melewati start. Lumayan gaji rutin ini bisa menambah-nambah modal awal yang dikasih bankir.

Nah, uang yang dipegang ini lah yang harus diputar. Dilipatgandakan. Ngga pakai magic loh ya, kayak yang penggandaan-penggandaan uang itu.

Tapi lewat investasi. Pintar-pintar berstrategi untuk investasi di tempat yang tepat.

Coba ingat, pasti yang bakal sering kamu incar adalah aset-aset yang menjelang start, karena disitu harganya tinggi. Mahal-mahal.

Kalau yang awal-awal mah, seadanya saja. Belakangan. Karena harganya murah.

 

Serunya mengumpulkan aset

Awal-awal main memang membosankan, tapi lama kelamaan keseruan itu mulai datang. Ya ngga?

Saat kita sudah melewati start pertama kali dan mulai boleh membeli aset.

Mulai deh tuh, beli-beli.

Tanah disini, tanah disana.

Beli sebanyak-banyaknya. Tergantung strategi masing-masing pemain.

Makin banyak aset, makin banyak pemasukan kalau ada pemain lain yang singgah disana.

Kas mengalir masuk dari pemain lain. Ketawa-tawa senang waktu nagih pembayaran. Ya kan? Ngaku saja.

Makin banyak uang, makin semangat beli aset.

Beli lagi tanah disini, beli tanah disana. Ngga ketinggalan fasilitas-fasilitas dan perusahaan publik, seperti bandara, pelabuhan, air port, stasiun kereta, perusahaan air, atau perusahaan listrik.

Uang ngga masalah.

Pundi-pundi uang yang kamu punya makin bertambah. Karena setiap pemain selalu terjebak singgah di salah satu aset yang kamu miliki dan mereka harus membayar sewa untuk itu.

Banyak uang (pixabay.com)
Banyak uang (pixabay.com)

Uang makin banyak, aset makin bertumpuk, kesenangan ikut menumpuk.

Puas.

Bangga.

Cenderung sombong, hahaha.

Tapi permainan belum berakhir. Pendapatan masih bisa ditingkatkan.

Beli rumah. Warna hijau.

Beli sebanyak-banyaknya. Kamu taruh di tiap aset tanah yang kamu punya.

Pendapatan dari pemain lain yang singgah makin bertambah. Uang mereka semakin terkuras, hahaha. Berani-beraninya mampir di rumah kamu.

Masih belum puas juga dengan pemasukan yang ada, beli hotel!

Sebar hotel dimana-mana. Dan biaya menginap di hotel ini paling tinggi. Coba saja.

Sekali singgah di hotel, siap-siap merogoh kocek sangat dalam untuk membayarnya.

 

Baca juga:

8 Kisah Nyata Ini Akan Membuat Kamu Berpikir Ulang Untuk Iri Dengan Hidup Orang Lain

 

Waktunya pemenang ditentukan

Kekayaan dan aset - ini kah arti kehidupan yang sebenarnya? (pixabay.com)
Kekayaan dan aset (pixabay.com)

Aset berupa tanah tersebar di seluruh dunia (maklum, ini yang versi monopoli internasional).

Perusahaan-perusahaan publik ditangan.

Rumah-rumah sudah berganti hotel. Tersebar ngga kalah banyaknya dengan sebaran aset tanah yang kamu punya.

Ngelirik dikit ke lantai (biasanya sih ditaruh di lantai, hehehe), tumpukan uang sudah sangat tinggi.

Bahkan bank juga kalah banyak. Semua uang di bank sudah terkuras keluar.

Kamu lihat muka-muka pemain lain. Muka-muka penuh kesulitan ekonomi.

Bingung bayar hutang. Mulai deh jual-jualin aset mereka cuma untuk biaya bayar karena singgah di hotel kamu yang mahal.

Kamu lah sang pemenang. Pemain dengan kekayaan terbanyak. Ngga ada yang ngalahin.

Kamu mulai tertawa-tawa bangga. Ngga lupa mentertawakan pemain lain yang kalah. Benar kan?

Kesombongan (pixabay.com)
Kesombongan (pixabay.com)

Mulai pamer harta. Ongkang-ongkang kaki.

Semua strategi dan pusing di awal terbayar lunas.

Kamu lah sang pemenang.

Kamu lah yang terkaya.

Pemilik segala aset dan fasilitas.

Rasanya luar biasa. Berada di atas angin. Di atas pemain-pemain lain. Punya kedudukan tertinggi.

 

Baca juga:

Perhiasan yang satu ini harus dimiliki oleh semua orang, kaya atau miskin

 

Game over! Arti kehidupan yang sebenarnya

Game over (pixabay.com)
Game over (pixabay.com)

Pemenang sudah ditentukan.

Pecundang sudah dipermalukan.

Permainan selesai. Game over!

Waktunya beres-beres.

Uang-uang dirapikan. Dikembalikan. Masukkan lagi ke kotak.

Bidak-bidak dimasukkan lagi ke plastiknya. Ngga ketinggalan dadu dan kocokannya.

Hotel-hotel “dirobohkan”, rumah-rumah “dihancurkan”.

Sertifikat-sertifikat tanah diurutkan sesuai abjad tiap blok.

Semua dikembalikan ke dalam ke kardusnya.

Papan monopoli di lipat.

Ngga ada lagi permainan disana.

Semua berakhir.

Para pemain pun pulang.

Kembali ke tempat asal.

Kamu pun pulang.

Meninggalkan semua yang sudah kamu dapatkan.

Semua yang sudah susah payah kamu usahakan.

Semua kekayaan yang kamu punya.

Semua aset yang kamu miliki.

Semua fasilitas dan kedudukan yang kamu nikmati.

Kamu pun pulang…

Ngga membawa apa-apa…

That’s life.

Itulah arti kehidupan yang sebenarnya.

(Kang Galuh, think about life)

 

Gabung di t.me/kanggaluhchannel supaya ngga ketinggalan artikel-artikel menarik lainnya.

Pocket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *