Jangan Takut Kalah (Mengambil Pelajaran Dari Kemenangan Bristol City VS Manchester United)

Lapangan Sepak Bola (sumber: pixabay.com)

Secara dramatis Bristol City membukukan kemenangan atas Manchester United di lanjutan piala liga Inggris dengan skor 2-1. Korey Smith mencetak gol di masa injury time untuk memupuskan harapan punggawa MU untuk berlaga di babak selanjutnya. Manchester United pun langsung jadi bahan olok-olokan di media sosial.

Kemenangan Bristol City menjadi fenomenal karena mereka adalah tim dari divisi yang jauh lebih rendah dibandingkan Manchester United. Si lemah vs si kuat. Tapi siapa sangka yang dikira lemah ternyata mampu menumbangkan si kuat?

Berkaca dari pertandingan ini, menarik untuk diulas kenapa mereka yang dianggap lemah bisa memenangkan pertandingan. Biasanya, orang yang lemah bakal minder menghadapi orang yang terlihat lebih kuat. Mereka merasa inferior terhadap lawan mereka. Mereka takut kalah. Keok sebelum bertanding.

Kenapa orang takut kalah? Perasaan kalah memang ngga enak. Rasanya kayak semua yang sudah kita usahakan jadi sia-sia. Hilang musnah semuanya. Dan buat yang sudah pernah kalah, tidak ada yang mau lagi merasakan kekalahan seperti itu. Reaksinya bisa dua. Bisa jadi pemicu untuk berlatih lebih keras lagi atau jadi takut untuk bertanding. Tinggal mau pilih yang mana. Padahal ya, kalah itu biasa. Kekalahan ngga akan membuat hidup kita berhenti sampai di situ. Move on. Bangkit dan maju lagi. Raih kemenangan di kesempatan berikutnya.

Ketemu lawan yang kuat? Jangan takut. Tahu ngga, ketakutan itu hanya ada di dalam diri sendiri. Kita yang buat ketakutan itu. Lawan kita mungkin ngga peduli apakah dia berhasil membuat kita takut atau tidak. Yang harus diingat, ketakutan itu bukan cuma milik orang yang lemah saja. Ketakutan itu ada di setiap orang. Jadi, si kuat pun akan sibuk dengan ketakutannya sendiri. Gimana kalau sampai kalah sama yang lemah? Apa kata dunia? Begitu pikirnya. Sama takutnya. Jadi, kenapa kita mesti merasa takut di depan yang kuat? Wong sama-sama takutnya. Lagian, kalau kalah kenapa sih? Ngga apa-apa kan? Ngga akan terjadi apa-apa. Kita bisa coba lagi nanti di lain waktu.

Bristol City bisa membungkan Manchester United karena mereka fokus bertanding sampai akhir pertandingan. Ngga pakai acara takut kalah dan sebagainya. Fokus pada usaha. Lupakan hasilnya. Yang paling penting, harus jeli melihat peluang untuk membalikkan keadaan. Buka mata kita. Sabar menunggu dan tetap mengundang peluang untuk datang. Pantang menyerah sampai pertandingan berakhir.

Untuk yang kuat, macam Manchester United pun, tetap harus siap untuk kalah. Tidak ada yang namanya menang terus-terusan. Suatu saat pasti akan kalah. Siapa pun lawannya. Kita pun harus selalu mempersiapkan diri untuk kalah suatu saat. Kekalahannya sendiri ngga penting. Yang penting adalah apa respon kita setelah kekalahan itu. Legowo? Marah-marah? Sedih? Kecewa? Atau malah jadi pembangkit semangat untuk maju lagi? Kita bisa tentukan sendiri. Itu yang paling penting. Tetap mengambil sikap positif dalam menerima kekalahan.

Kalau orang kuat pun bisa kalah sama yang lemah, terus apa pantas ada orang yang sombong? Ingat, sombong adalah awal dari kehancuran. Dia akan melengahkan kita untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Sekali lengah, kita bisa kalah. Jadi jauhkan sifat yang satu ini. Ngga ada manfaatnya.

Statistik di atas kertas seringkali berbeda dengan kenyataan di lapangan. Jangan bangga dengan segala angka di atas kertas itu. Dalam dunia kerja, banyak orang yang memiliki prestasi di sekolah dengan segala macam nilai yang tinggi di semua mata pelajaran, toh tetap kalah sama orang yang waktu sekolahnya cuma dapat nilai biasa-biasa saja. Karena kertas is kertas. Kenyataan ngga bisa disamakan. Terlalu banyak faktor untuk bisa dituliskan di atas secarik kertas untuk bisa membuat perbandingan yang lengkap tentang siapa yang lebih unggul atas siapa.

Menonton pertandingan sepak bola, atau olahraga apapun, memang menarik. Tapi melihat apa yang tersembunyi di balik sebuah pertandingan itu juga tidak kalah menariknya. Salam olahraga!

(Kang Galuh, pagi-pagi)

Pocket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *