Marah Dan Penyesalan Yang Ditimbulkannya

Marah (pixabay.com)
Marah (pixabay.com)

Penyebab marah

Marah. Semua orang pasti pernah merasakannya. Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa, semua pernah merasakan emosi yang satu ini. Semua pernah merasakan dan melampiaskan dengan caranya masing-masing. Ada yang mengarah keluar, ke orang lain, atau ke dalam, pada diri sendiri. Kita merasakannya pada saat apa yang kita harapkan tidak terjadi. Apa yang kita perintahkan tidak diikuti. Macam-macam penyebabnya. Emosi yang timbul tidak melulu dalam bentuk amarah, bisa juga dalam bentuk kesedihan ataupun kekecewaan. Amarah hanyalah salah satu bentuknya.

Tidak sedikit yang bereaksi marah pada saat egonya tersentil. Disitulah ia bisa begitu marahnya. Terlebih kalau ia merasa lebih tinggi dari orang yang menyentil egonya itu. Pada saat keyakinannya diusik, pada saat itu pula lah amarah mengambil alih.

 

Untuk apa amarah?

Kalau tidak ada amarah, mungkin bangsa ini tidak akan pernah merdeka. Mungkin harga diri bangsa ini akan terus diinjak-injak penjajah. Kalau orang tua kita dulu tidak marah-marah sama kita saat kita sengaja berbuat salah, mungkin kita tidak akan tumbuh besar seperti sekarang ini.

Marah bisa jadi sangat positif bila ia ditempatkan pada saat yang tepat dengan porsi yang pas. Pada saat orang-orang yang kita sayangi diganggu, bangsa yang kita cintai diusik, saat itulah amarah memainkan perannya untuk menjaga semua tetap terlindungi. Karena ada amarah lah kita mau bangkit untuk melawan, membela semua yang kita yakini. Tanpa amarah? Jangan harap kita akan tergerak.

 

Baca juga:

Gelisah Karena Pikiran Dan Cara Mengatasinya

 

Amarah yang membuat menyesal

Penyesalan Selalu Datang Terlambat (pixabay.com)
Penyesalan Selalu Datang Terlambat (pixabay.com)

Marah bisa membuat seseorang menyesal manakala ia tidak berada pada tempatnya. Marah pada saat yang salah pada orang tidak tepat, bisa menimbulkan penyesalan. Marah pada orang tua karena hal sepele, hanya karena beda pendapat, misalnya, apalagi sampai membentak dengan kata-kata kasar. Membuat mereka menangis. Melukai hati mereka yang lembut. Yang begitu menyayangi kita sebagai anaknya. Mereka mungkin tidak akan membalas, tapi ketahuilah, di dalam hatinya mereka terluka.

Saat sedang diliputi amarah, hati kita akan tertutup. Akal kita tidak berfungsi baik. Kita tidak akan bisa melihat kesedihan di mata mereka. Luka di hati mereka. Tapi segera setelah marah itu mereda, barulah kita bisa melihat tangis mereka. Air mata yang memenuhi kelopak mata mereka. Membasahi pipi mereka. Sadarlah kita bahwa kita telah begitu menyakiti hati mereka.

Jangan Lukai Hati Mereka (pixabay.com)
Jangan Lukai Hati Mereka (pixabay.com)

Penyesalan selalu datang belakangan. Kita terlanjur meninggalkan bekas luka di hati mereka. Hanya karena kita tidak bijak memilih kapan kita harus marah dan kapan harus tidak.

 

Yang bisa dilakukan saat diliputi amarah

Saat sedang diliputi amarah yang salah (tidak pada tempatnya), tutup mulut anda. Jangan biarkan sepatah kata pun keluar darinya. Kata-kata inilah yang nantinya akan membuat kita begitu menyesal. Kata-kata yang akan sangat tajam melukai hati-hati mereka yang kita sayangi. Diamlah. Duduklah kalau saat itu anda sedang berdiri. Berbaringlah kalau duduk masih belum juga meredakan marah anda.

Ambilah air. Basuh muka anda. Air bisa meredam api amarah di dalam diri anda. Jangan biarkan ia membesar dan membakar semuanya.

 

Marah itu manusiawi

Merasakan amarah memang manusiawi. Itu sifat alami kita. Tapi orang yang besar adalah orang yang bisa marah pada saat yang tepat, pada orang yang tepat, dengan porsi yang tepat. Orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan amarahnya. Karena tidak mudah menahan amarah. Orang yang kuat adalah orang yang paling lambat marahnya dan paling cepat redanya. Tidak berlarut-larut. Apalagi mendendam.

 

Baca juga:

 

Jagalah amarah anda. Jagalah perasaan orang-orang yang anda sayangi. Mereka ada disana bukan untuk dilukai. Mereka ada disana menunggu untuk anda sayangi. Kasih sayang yang membuat anda berlaku lembut pada mereka.

(Kang Galuh, tentang amarah)

 

Gabung di t.me/kanggaluhchannel supaya ngga ketinggalan update artikel-artikel menarik lainnya.

Pocket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *