4 Kebiasaan Sukses Pengendara Motor Yang Pengemudi Mobil Tidak Bisa Lakukan

Naik motor (sumber: pixabay.com)

Naik mobil adalah simbol status kesuksesan seseorang. Kamu kalau lihat orang yang naik mobil, apalagi mobil bagus, pasti berpikir, orang kaya tuh pasti. Ya ngga? Mobil jadi simbol kekayaan dan kesuksesan seseorang. Naik mobil, berarti lebih sukses dari yang naik motor. Itu kesannya.

Tapi, buat kamu yang masih naik motor sampai saat ini, ngga usah berkecil hati. Ternyata ada 4 kebiasaan sukses yang dilakukan pengendara motor yang tidak bisa dilakukan orang-orang yang bawa mobil loh. Ini dia kebiasannya.

 

1. Bermata elang. Jeli melihat setiap celah dan peluang.

Jeli melihat peluang (sumber: pixabay.com)

Jujur, sebagai pengendara motor, pasti kamu sangat jeli melihat tiap celah di depan kamu. Peluang kecil sekalipun, kamu terabas. Kamu melihat dari sudut pandang yang berbeda dibandingkan para pengemudi mobil. Kamu melihat lebih banyak peluang dibanding mereka. Dengan melihat bahwa sebenarnya ada begitu banyak peluang di sekitar kamu, itu adalah awal yang besar untuk sukses. Kejelian melihat peluang. Selanjutnya, tinggal bagaimana kamu bisa memanfaatkan peluang itu.

Gunakan kebiasaan yang kamu dapat dari bermotor ini dalam keseharian kamu. Jelilah melihat peluang. Jelilah melihat kesempatan untuk bisa maju dan menggapai kesuksesan. Sukses hanya bisa diraih orang-orang yang jeli melihat peluang.

 

2. Anti meremehkan peluang kecil.

Jangan remehkan peluang kecil (sumber: pixabay.com)

Ngga perlu celah sebesar Grand Canyon, celah secuilpun kamu pasti ambil. Ya kan? Maju terus. Mepet-mepet. Biarpun kelihatannya tidak muat, kamu ngga peduli. Terus maju. Siapa tahu mobil yang di depan maju dan jadi muat. Ya ngga? Kamu sabar menunggu sampai peluang itu benar-benar tercipta untuk kamu manfaatkan.

 

Baca juga:

 

Begitu pun dalam semua usaha kamu. Jangan karena peluangnya terlihat terlalu kecil terus kamu buang begitu saja. Tunggu. Kalau perlu, buat ia lebih besar lagi. Kamu ngga akan pernah tahu kapan peluang itu akan membuka dirinya untuk kamu. Yang perlu kamu lakukan hanya perlu sedikit bersabar dan ambil secepat mungkin begitu ia datang.

 

3. Zigzag fleksibel.

Zigzag jika diperlukan (sumber: pixabay.com)

Siapa yang naik motor lempeng-lempeng saja? Bisa dibilang, nol. Semua pengendara motor pasti jalan berzigzag. Ngapain sih memangnya harus zigzag segala? Itu semata-mata cuma untuk melewati mobil-mobil di depan yang jadi penghalang untuk maju. Hidup harus fleksibel. Rubah arah, rubah rute, kalau diperlukan. Fleksibel saja. Hidup itu ngga matematis. Kalau ada mobil di depan? Ya belok. Cari celah antara mobil. Maju terus. Jangan kaku untuk antri di belakang mobil. Kapan sampainya?

Zigzag itu perlu. Cari peluang sana sini untuk tetap maju dan sampai di tujuan. Kamu mungkin mau jalan lurus-lurus saja. Anteng. Tapi siapa yang bisa prediksi kapan mobil-mobil penghalang itu akan datang? Kamu ngga akan bisa memilih untuk tidak dihalang-halangi, tapi kamu bisa memilih bagaimana kamu menyikapi penghalang itu. Mau menyerah begitu saja atau berusaha melewatinya? Itu terserah kamu.

 

4. Mengalah untuk menang.

Mengalah untuk menang (sumber: pixabay.com)

Kalau tiba saatnya jalanan lengang, kamu pasti akan jalan di lajur kiri. Lurus. Tenang. Anteng. Kamu akan kasih jalan itu mobil-mobil yang lebih cepat untuk melewati kamu dari lajur sebelah kanan. Kamu ngga jadi balas menghalang-halangi mereka kan? Kamu akan ambil lajur kiri dan biarkan mobil-mobil itu menyusul karena mereka memang lebih cepat.

Kalau kamu disusul mereka, apakah itu tandanya kamu kalah? Ngga. Karena tujuan kamu adalah untuk tiba di tempat tujuan dengan selamat. Dengan waktu yang sudah kamu tentukan sendiri. Bukan cepat-cepatan. Kalau kamu berhasil, kamu menang. Selamat untuk kamu.

 

Baca juga:

Sukses Bisa Terhalang 5 Ketakutan Bermimpi Besar Ini

 

Yang harus diingat, kamu mungkin perlu selap-selip, zigzag, tapi yang terpenting adalah tetap keselamatan. Kita ingin sampai tujuan bersama-sama. Bukan sendirian. Menang sama-sama. Sukses sama-sama. Apa artinya kesuksesan kalau harus mengorbankan orang lain. Betul ngga?

Jadi, safety riding. Sampai tujuan dengan selamat. Sukses bersama-sama. Selamat berkendara.

(Kang Galuh, pakai helm)

Pocket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *