Provokasi, Fight or Flight?

Provokasi (sumber: pixabay.com)

Bawa mobil di jalan tol, mobil belakang sangat mepet. Cuma jarak beberapa belas centimeter. Berbahaya. Rem mendadak sedikit, tabrak belakang ngga bisa dihindari. Terus kasih lampu jauh sesekali. Lama-lama dinyalain terus. Minta dikasih lewat. Ngotot. Padahal di depan saya masih banyak deretan mobil yang memang cukup padat malam itu. Siapa sih nih orang yang merasa dia berhak dikasih jalan duluan? Memangnya cuma dia doang yang punya urusan penting?

Provokasi. Kita sering temui dimana saja. Di jalan, kantor, sekolah, pasar, dimana saja. Dalam suatu pertandingan pun, misal sepak bola, kita sering mendapat provokasi dari lawan. Tekel keras. Kata-kata kasar. Pandangan meremehkan. Semua provokasi. Pun begitu dengan kejadian di atas. Mobil belakang begitu memprovokasi untuk bisa duluan.

Reaksi ada dua. Fight or flight. Fight, kita ikut tancap gas. Susul mobil-mobil di depan. Tinggalkan mobil provokator itu. Buktikan dia ngga akan bisa ngejar kita. Flight, menyingkir, kasih jalan. Resikonya? Kita kehilangan posisi. Pindah ke lajur tengah yang lebih lambat. Dampaknya, sampai tujuan lebih lama.

Kalkulasi benar-benar. Kalau mau ambil fight, apa untungnya buat kita? Apa resikonya? Apakah sebanding antara resiko dengan untung? Kalau sebanding, ambil resikonya. Habis-habisan. Tancap gas. Biar dia malu. Tidak bisa mengejar kita. Kalau tidak sebanding, sampai tujuan beda beberapa menit, resiko kecelakaan makin tinggi, buat apa? Tinggalkan. Ambil reaksi flight. Menyingkir. Kasih lewat. Ngga ada ruginya. Mengalah untuk menang. Menang karena semua bisa sampai tujuan dengan selamat. Tidak ada yang perlu celaka. Lambat sedikit tidak apa-apa. Yang terpenting sampai tujuan.

Dimana pun kita, selalu ada provokasi. Cermati, analisa, putuskan. Apa langkah yang perlu diambil. Jangan langsung terpancing. Kuasai diri. Kuasai emosi. Jangan biarkan lingkungan mempengaruhi kita. Kita lah yang punya kontrol atas diri kita sendiri. Jadi, fight or flight?

(Kang Galuh, sambil menahan provokasi)

Pocket

2 Komentar


  1. Luaarrr biasaa dahsyatttt inspirasinya nihh….
    Ambik sikap Flight lebih aman dan nyaman

    Balas

    1. Terima kasih sudah mampir. Fight or flight, kondisional. Kita yang tentukan.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *