Tips Biar Ganteng Maksimal, Asah Potensi Diri Kita

Ganteng maksimal (sumber: pixabay.com)

Habis nonton gosip di infotainment jadi kepikiran macam-macam. Ngelihat artis sekarang, muda-muda sudah pada kaya raya. Ganteng-ganteng lagi. Macam Verrel Bramasta atau Aliando. Beruntung banget kayaknya mereka. Pasti ketampanan mereka jadi salah satu modal mereka bisa kayak sekarang ini. Jadi mikir lagi, kalau ngga ganteng, apa mungkin mereka bakal setenar itu ya? Sekaya itu? Apa ada hubungan ya antara ganteng dengan kesuksesan? Kalau ada, kasihan banget yang mukanya pas-pasan. Bagaimana nasib mereka di dunia ini?

 

Emang ganteng itu kayak apa sih? Apa definisinya? Emangnya universal?

Apakah ganteng universal? Kayaknya ngga. Ganteng itu tergantung tempat, waktu, dan jamannya. Coba pikir, orang yang dibilang ganteng di Afrika sana, belum tentu dibilang ganteng di belahan Eropa. Orang-orang Korea yang dibilang ganteng sama orang-orang kita, tidak dianggap ganteng sama orang-orang Amerika sana. Karena definisi ganteng versi mereka adalah macho, sangar, keras, cowok banget lah. Jago berantem, hehehe… Ngga kayak image cowok-cowok Korea dengan hasil operasi plastiknya, dengan kulit halus, dagu runcing, jingkrak-jingkrak kesana kemari, dan sejenisnya. Jadi, ganteng itu ngga universal kan? Jadi, jangan kuatir, masih ada harapan buat yang merasa dirinya ngga ganteng. Mungkin nun jauh disana, entah di belahan dunia mana, anda dibilang ganteng, hehehe…

 

Emang ngaruh ya antara ganteng sama gampang kaya?

Ini yang menarik. Menurut penelitian, bukan saya yang buat penelitian sih, saya mah cuma baca artikelnya doang, orang ganteng itu emang lebih gampang sukses. Loh kok bisa? Udah nasibnya emang gitu, hahaha… Gini-gini, kita cenderung menyematkan atribut ke orang-orang yang berpenampilan menarik seperti orang ganteng itu pasti baik, pintar, bisa dipercaya, dan lain-lain. Nah, akibat dari asumsi-asumsi positif itu, kita jadi memperlakukan mereka dengan lebih baik. Karena kita suka dengan atribut-atribut itu. Kita percaya pada mereka. Padahal kan belum tentu kenyataannya seperti yang kita pikirkan. Tapi ya gitu kebanyakan pemikiran kita. Gara-gara diperlakukan lebih baik itulah, mereka jadi lebih gampang sukses. Karena banyak yang bantuin.

Ambil contoh begini. Di kantor, orang ganteng sama orang ngga ganteng sama-sama buat salah. Ke orang ganteng, kita akan bilang, ngga apa-apa deh. Biar salah juga ganteng. Ngga apa-apa. Coba ke yang ngga ganteng, pantesan salah, mukanya saja gitu. Ngga jelas, ngga ada hidungnya, bla bla bla… Ngga habis-habis dikata-katain tuh orang. Beda kan?

Atau ya, kalau ada penjahat, orang akan bilang, kok jahat ya? Padahal ganteng. Gitu. Masih ada bagusnya. Yang ngga ganteng? Benar-benar deh. Muka begitu emang cocok jadi penjahat. Matanya saja melotot, hidung lobangnya tiga, dan sebagainya. Dihakimi habis-habisan karena mukanya. Padahal jahatnya sama.

Nah, karena beda perlakuan tadilah maka orang ganteng lebih mudah sukses. Banyak yang mau nolongin dia kalau lagi kesulitan. Yang ngga ganteng? Biar saja sampai mati sendiri. Ngga usah dibantuin, hahaha…

 

Kalau ganteng pengaruh ke kesuksesan, gimana dong yang ngga ganteng? Kasihan banget. Mereka harus apa?

Sebenarnya, orang itu bukan tertarik dengan tingkat kegantengan seseorang. Mereka tertarik sama tingkat kepercayaandirinya. Biasanya orang ganteng lebih gampang percaya diri. Dia pede dengan keadaan dirinya. Dia berani untuk tampil. Itu yang buat orang tertarik sama mereka. Mereka terlihat menarik.

Nah, yang mukanya “pas-pasan”, sebenarnya juga bisa tampil menarik di depan orang lain. Gimana caranya? Percaya diri. Itu kuncinya. Percaya diri kan bukan monopoli orang ganteng. Siapa pun bisa percaya diri. Coba lihat apa potensi yang kita miliki. Apa kelebihan kita dibanding orang lain. Apa yang bisa kita “jual”. Nah, maksimalkan itu. Yang punya bakat nyanyi, asah terus. Ikut lomba-lomba. Jadilah juara. Ajang The Voice saja audisinya blind. Artinya, yang penting suara. Tampang ngga ngaruh. Ya kan?

Atau yang suka menulis. Pelajari cara menulis yang baik. Asah terus kemampuan menulisnya. Hasilkan karya-karya yang bagus. Sebar luaskan. Semakin kita mendapat penghargaan dari orang, semakin tinggi biasanya tingkat kepercayaan diri kita. Tapi kalau belum dihargai, jangan gampang menyerah juga. Itu berarti tanda kita harus lebih keras lagi berusaha. Yang penting kita suka apa yang kita jalani. Itu modal yang sangat besar untuk tidak mudah menyerah.

Jadi, percaya dirilah. Ini yang membuat orang menarik orang lain. Orang yang percaya diri akan lebih mudah dipercaya. Disematkan atribut-atribut yang sama seperti yang disematkan ke orang-orang ganteng. Hasilnya? Kita akan mendapatkan perlakuan yang sama. Hidup pun akan lebih mudah. Intinya, maksimalkan potensi diri kita. Asah terus bakat kita. Gali terus kelebihan kita. Manfaatkan itu. Tampilkan di depan orang. Tunjukkan pada dunia siapa diri kita. Itu yang paling penting.

 

Jadi, mana yang lebih penting? Ganteng atau kemampuan?

Jelas kemampuan lah. Kompetensi. Ganteng itu juga beban loh. Saya juga mengalaminya. Padahal saya ngga ganteng. Tapi kok terbebani juga ya? Hahaha… (kepedean, hehehe…). Tapi bener loh, ganteng itu beban. Karena atribut-atribut positif yang kita sematkan tadi, ekspektasi kita ke mereka juga jadi besar. Pernah dengar kan, kalimat “Ah, dia bisa begitu karena cuma modal tampang doang.”

Pernah dengar kan kalimat itu? Itu karena memang ekspektasi kita ke mereka yang lebih besar dibanding ke orang yang mukanya “pas-pasan”, misalnya. Jadi jangan kira jadi orang ganteng itu semua jadi gampang. Ngga juga. Mereka menanggung beban yang lebih.

Ganteng atau tidak, itu diluar kontrol kita. Kita ngga bisa memilih. Lagian, kalau bisa memilih, nanti semua orang memilih jadi ganteng. Pada akhirnya, semua malah jadi sama. Ngga ada lagi yang namanya ganteng. Ngga menarik kan?

Setiap orang dilahirkan dengan kemenarikannya masing-masing. Tidak perlu kuatir. Pasti ada yang menarik dari diri kita. Tapi, yang paling penting bukanlah tampilan fisik. Tapi, siapa diri kita yang ada di dalam sini. Maksimalkan potensi kita. Berbuatlah untuk dunia. Berkontribusilah pada lingkungan sekitar kita. Itu yang akan membuat kita jadi menarik. Tapi ingat, jadi menarik bukanlah tujuan utamanya. Ikhlaslah berbuat. Tuluslah membantu orang lain. Tampil menarik cuma bonus buat kita. Itu akan datang dengan sendirinya. Selamat mewarnai dunia.

(Kang Galuh, pagi-pagi buta)

Pocket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *