Yuk Bekerja Dengan Passion, Berapa pun Bayarannya

Bekerja dengan passion. (sumber: pixabay.com)

Bekerja sesuai passion, apa yang dicari? Uang? Kekayaan? Atau kepuasan? Apa yang jadi tujuan akhirnya?

Bekerja sesuai passion akan meringankan setiap hambatan yang kita hadapi. Bahkan pada saat tersulit sekalipun. Seperti misalnya ngga ada yang bayar sedikit pun untuk apa yang sudah kita lakukan. Kita tetap senang melakukannya. Dibayar atau ngga dibayar, ngga peduli. Passion itu juga ngga melulu soal aktifitas. Dia juga bisa berbentuk keinginan, seperti keinginan untuk membantu orang lain, menghibur orang lain, mengajar orang lain, dan sebagainya. Keinginan tulus dengan dorongan sangat kuat. Aktifitasnya sendiri bisa macam-macam tapi tetap mengacu pada keinginan-keinginan itu. Bekerja sesuai passion, hasilnya bisa sangat berbeda.

Seorang dokter yang memang niatnya hanya ingin membantu orang lain, ngga akan peduli berapa dia dibayar. Berapa banyak yang dia hasilkan dalam satu bulan. Yang dia tahu hanyalah dia perlu memanfaatkan ilmunya untuk membantu orang lain. Pasiennya akan semakin banyak. Semakin antri karena bisa merasakan ketulusannya. Uang akan datang dengan sendirinya. Tapi yang paling penting buatnya adalah semakin banyak orang yang terbantu.

Seorang pelukis, anggap saja pelukis kecil-kecilan di pinggir jalan. Sangat suka melukis tapi belum juga menghasilkan sepeser pun dari hasil lukisannya, tapi dia terus melukis. Yang harus diingat juga, passion itu, selain kita memang suka melakukannya, kita juga ingin terus meningkatkan terus kualitasnya. Tidak berpuas diri dengan yang ada sekarang. Si pelukis yang memang passion-nya melukis, dia akan terus belajar dan belajar untuk terus meningkatkan hasil melukisnya. Dia belajar sana sini ngga kenal lelah sampai akhirnya dia bisa melahirkan sebuah masterpiece yang mengubah jalan hidupnya. Lagi, bukan uang yang memberinya kepuasan, tapi hasil karya yang berhasil ditelurkannya lah yang paling bernilai.

Bekerja sesuai passion, tidak pernah mempedulikan waktu. Mau berapa lama pun, bahkan sampai seumur hidup pun, dia ngga peduli. Umur berapa pun, setua apa pun, terus saja ia lakukan. Waktu tidak menjadi batasan baginya. Karena ia melakukan apa yang ia suka. Yang menurutnya bernilai. Sekali lagi, materi hanya akan menjadi pelengkap kemudian. Bukan itu esensinya.

Buat kita yang masih mengejar uang dari passion kita, hentikan! Itu bukan passion. Itu profesi. Passion itu dilakukan diluar batas-batas materi. Tidak peduli berapa banyak ia menghasilkan, yang dia tahu hanya karena ia senang melakukannya, karena ia senang terus membuat kemajuan, karena ia puas bisa memberikan karya nyata untuk orang lain. Hanya itu.

(Kang Galuh, looking for own passion)

Pocket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *